BRMP Sulbar Gelar Diseminasi Standar Instrumen untuk Optimalkan Budidaya Padi Gogo
POLEWALI MANDAR-Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan Diseminasi Standar Instrumen Pertanian Padi Gogo sebagai bagian dari implementasi tugas dan fungsi BRMP dalam penerapan modernisasi pertanian, standardisasi instrumen, dan penguatan kapasitas petani. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Allu, Kabupaten Polewali Mandar, dan diikuti 100 peserta yang terdiri dari petani serta penyuluh pertanian.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai BRMP Sulawesi Barat yang diwakili Kepala Tata Usaha, Dwi Teguh Wijanarko. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen BRMP untuk mendorong penerapan teknologi dan standar instrumen pertanian, khususnya pada pengembangan padi gogo sebagai komoditas strategis lahan kering di Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala BPP Allu dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kecamatan Allu sebagai lokasi diseminasi, sekaligus menekankan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di wilayahnya.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber yakni Nasaruddin dari UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Barat, membawakan materi mengenai varietas unggul baru padi gogo yang adaptif dan berpotensi meningkatkan produktivitas lahan kering.
Pemateri kedua, Marten P. Sirappa, Penyuluh Pertanian Utama BRMP Sulawesi Barat, memaparkan penerapan teknologi budidaya padi gogo, mulai dari olah tanah, pemupukan berimbang, pemilihan varietas, hingga pengaturan waktu tanam dan konservasi lahan.
Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi aktif dan tanya jawab, yang menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan budidaya padi gogo berbasis teknologi dan standar instrumen pertanian.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat berharap pemahaman dan keterampilan petani serta penyuluh semakin meningkat sehingga mampu menerapkan teknologi modern dan standar instrumen pertanian secara tepat di lapangan. BRMP juga berkomitmen memperluas kegiatan diseminasi dan pendampingan sebagai bagian dari kontribusi dalam mewujudkan pertanian modern serta mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.